AKSI NYATA MODUL 3.1.a.9 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

KEGIATAN OUT CLASS AKHIR TAHUN AJARAN 2021/2022

Oleh :Sunarti,S.Pd AUD

CGP Angkatan 4 Kota Semarang


A.PERISTIWA (FACT)

Latar Belakang Situasi Yang Di Hadapi

Di awal masa pembelajaran tatap muka terbatas yang kemudian mulai di longgarkan,sebagian Wali murid Tk Alhidayah 7 menghendaki adanya kegiatan akhir tahun Rekreasi.Karena menurut penuturan mereka di Tk lain kegiatan outclass sudah berlangsung,sehingga mereka membandingkan Tk alhidayah 7 yang tidak ada kegiatan apapun.Dalam hal ini Kami mempertimbangkan banyak hal .Pertama Kita ingin menjaga anak anak tetap sehat agar tidak tertular Covid 19 Omicron yang masih banyak kasus harian yang kami ketahui dari berita nasional.Kedua kami juga merasakan kondisi orang tua selama pandemic berlangsung selama kurang lebih 2 tahun ini.

Tetapi di sisi lain ,kami juga menyadari kejenuhan yang di rasakan oleh  murid dan orang tuanya.Kami juga memahami bila itu tidak kami realisasikan justru pada tahun ajaran baru nanti, murid kami mungkin akan berkurang.Kami tidak ingin mengecewakan anak anak .Dan yang lebih penting lagi kami tidak ingin mengecewakan wali murid  yang telah memberi kepercayaan kepada Tk Alhidayah 7 untuk mendidik putra putri mereka tercinta.

Berdasarkan latar belakang situasi tersebut, untuk mengatasi dilema etika  dan pengambilan keputusan terbaik akan diterapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan.

Sedangkan langkah langkah pengambilan keputusan ini akan di uraikan sebagai berikut:

  1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini
  2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini
  3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini
  4. Pengujian benar atau salah
  5. Pengujian paradigma benar lawan benar
  6. Melakukan prinsip resolusi
  7. Investigasi opsi trilemma
  8. Buat keputusan
  9. Lihat lagi keputusan dan refleksikan

ALASAN MELAKUKAN AKSI NYATA

Situasi yang sedang kami hadapi ini adalah dilema etika karena Saya sebagai wali kelas/Pihak sekolah menghadapi wali murid yang menghendaki di adakanya kegiatan outclass pada akhir tahun ajaran ini dengan alasan sebentar lagi anak anak lulus.Wali murid menginginkan ada kenangan bersama seperti program tahun tahun sebelum adanya pandemic.Kegiatan tersebut perlu di analisa secara mendalam dan hati hati agar nantinya tidak ada yang di rugikan.Karena bila outclass kami adakan kami khawatir justru akan berdampak buruk tidak hanya bagi sekolah tetapi juga membahayakan murid karena pasti akan terjadi kontak fisik dengan banyak orang dalam kerumunan.

Maka di perlukan pengujian pengambilan keputusan dengan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan tersebut sehingga nantinya yang akan diambil adalah keputusan terbaik, berpihak kepada murid, serta dapat dipertanggung jawabkan. Maka pihak sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, serta perwakilan orang tua murid, terlebih dahulu mengadakan rapat koordinasi guna membahas langkah-langkah pengambilan keputusan tentang kegiatan outclass yang akan di lakukan..





Gambar 1 .Rapat koordinasi dengan dewan guru dan komite sekolah membahas rancangan program akhir tahun.

Hasil Aksi Nyata

Proses Pengambilan Keputusan dengan menjawab 9 langkah pertanyaan penuntun berikut ini :

1.      Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut ?

Individu (dalam hal ini pihak sekolah) lawan masyarakat (wali murid)

2.      Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?

Kepala sekolah, semua guru (termasuk saya), komite sekolah, dan wali murid

3.      Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?

  • Kegiatan outclass sudah menjadi program sekolah yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali
  • Wali murid menghendaki tetap diselenggarakan kegiatan outclass bersama Tk A dan Tk B
  • Guru menghendaki kegiatan di lakukan setelah pandemic melandai.
  • Pihak komite sekolah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan serta mendukung keputusan yang diambil pihak sekolah
  • Pandemi covid-19 memang berangsur mereda tetapi belum hilang sepenuhnya

         4. Pengujian benar atau salah:

  •  Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut (uji legal) ? Tidak ada
  • Apakah ada pelanggaran peraturan / kode etik profesi(uji regulasi) ? Tidak ada
  • Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda apakah ada yang salah dalam situasi ini (uji  intuisi)? Tidak ada.
  • Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran ? apakah Anda merasa nyaman ? Tidak nyaman
  • Kira-kira keputusan apa yang akan diambil oleh panutan / idola Anda dalam situasi ini  Kemungkinan besar kepala sekolah yang menjadi panutan saya akan mengambil keputusan yang sama dengan yang dikehendaki semua guru (saya) yaitu mengadakan Kegiatan outclass setelah pandemic melandai dan menunggu lampu hijau dari dinas dan pemerintah.

 5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar : 

Dalam kasus ini paradigma yang dipilih yaitu

 Individu lawan masyarakat ( individual vs community)

6.   Melakukan Prinsip Resolusi : 

prinsip penyelesaian dilema yang digunakan adalah:

Berpikir Berbasis Peraturan ( Rule Based Thinking )

7.  Investigasi Opsi Trilema 

Unsur Opsi trilemma  ada, yaitu : wali murid di ajak berdiskusi untuk mencari solusi terbaik yang dapat di terima semua pihak.

8. Buat Keputusan 

 Keputusan yang diambil yaitu:

  • Kegiatan Akhir tahun akan di lakukan pada akhir tahun ajaran tetapi tidak wajib.Bagi setiap murid
  • Out class akhir tahun ini  dengan tujuan  Waduk Cengklik boyolali
  • Wali murid yang ikut agar mendaftar dulu kepada guru sebulan sebelum pelaksanaan kegiatan agar dapat menentukan berapa kapasitas bis yang akan di gunakan

  9.    Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan:

Saya yakin keputusan yang diambil oleh pihak sekolah merupakan keputusan yang tepat mengingat situasi pandemic saat ini sudah menurun dan pemerintah melonggarkan kebijakan dengan mengijinkan kegiatan rekreasi untuk menghidupkan kembali perekonomian yang rendah karena pandemic.Dengan begitu murid tetap dapat merasakan pengalaman out class bersama guru ,orang tua dan teman teman dalam suasana gembira.tetapi prokes tetap harus di jaga. Wali murid tidak di wajibkan ikut serta dalam kegiatan outclass ini.sehingga program sekolah ini tidak memberatkan bagi wali murid.

Tindak Lanjut Pengambilan Keputusan

Guru mengirimkan hasil keputusan melalui wali kelas masing masing melalui wa group.Kami membuat surat hasil keputusan rapat koordinasi dan waktu pelaksanaan.wali murid di minta mengisi list bagi orang tua yang bersedia mengikuti out class kegiatan akhir tahun ajaran 2021-2022.


Gambar 2. Percakapan group wa wali murid setelah hasil rapat di share ke orang tua.



   
 

Gambar 3.Foto Kegiatan out class 

B. PERASAAN (FEELING)

Saya merasa bahagia karena dapat menyelesaikan permasalahan yang di hadapi sekolah.Keputusan yang kami ambil dalam dilema etika ini sudah tepat dan dapat di terima semua pihak, sehingga tidak ada lagi kekhawatiran .Di samping itu saya merasa senang karena ternyata orang tua begitu antusias mengikuti kegiatan yang di laksanakan pada  hari minggu 12 juni 2022 ini.Dengan penuhnya kapasitas 3 bis yang ada.yaitu 2 bis dengan kapasitas 52 kursi dan 1 bis dengan kapasitas 31 kursi.meskipin ada juga yang tidak bisa ikut .

C. PEMBELAJARAN (FINDING)

Dari pengalaman dilema etika yang terjadi di sekolah, saya mendapatkan banyak pembelajaran..Berdasarkan keseluruhan aksi nyata dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan dapat membantu pihak sekolah baik  guru (termasuk saya) dan kepala sekolah dalam menghadapi situasi dilema etika. Keputusan yang diambil telah melalui pengujian sehingga keputusan yang diambil merupakan keputusan yang terbaik, berpihak kepada murid, serta dapat dipertanggung jawabkan.

D. PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)

Dengan pengalaman Proses pengambilan keputusan yang telah saya lakukan di sekolah memang belum sempurna.saya masih perlu banyak belajar dari peristiwa dilema etika yang mungkin bisa terjadi kapan saja di sekolah dengan kondisi yang berbeda. Kedepannya bila terjadi kasus dilema etika lagi, saya beserta semua guru dan kepala sekolah akan terus menerapkan  4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan dengan lebih baik agar  kami mampu untuk menganalisa setiap kasus dilema etika yang terjadi di sekolah .Harapan saya kedepan bisa menghasilkan keputusan yang lebih bijak dan tentunya berpihak kepada murid.


Penulis adalah calon CGP angkatan 4 kota semarang dari Tk Alhidayah 7 Palebon Kota Semarang

Terimakasih



Komentar

Postingan populer dari blog ini