3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

 

3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

          Saya Calon Guru Penggerak angkatan 4 dari Tk Alhidayah 7 Palebon semarang dan satu satunya CGP angkatan 4 dari kecamatan pedurungan.Sebagai calon guru penggerak saya merasa  mempunyai tanggung jawab terhadap perubahan  pembelajaran yang berpusat pada anak.proses perubahan ini memang tidak semudah membalik telapak tangan.Tetapi saya akan memulainya dengan langkah kecil yang mungkin bagi  sebagian orang hal itu tidak ada artinya.Tetapi saya yakin dari langkah kecil ini, saya akan bisa mencapai langkah yang semakin besar .APakah saya dapat melakukanya? Siapa sih saya ini? Mengapa berani mengambil resiko untuk di pandang sebelah mata?.Tetapi pikiran itu saya tepis jauh jauh dari pikiran.Karena sebagai calon guru penggerak saya sudah di bekali berbagai macam ilmu, pengetahuan dan berbagai ketrampilan yang berguna untuk membuat langkah besar terhadap perubahanpendidikan Indonesia yang menginginkan terwujudnya profil pelajar Pancasila.Dan ini yang membedakan saya dengan rekan guru yang lain.

         Perubahan menuju pembelajaran yang berpusat pada anak telah saya mulai bersama dengan kepala sekolah pada kesempatan Lokakarya ke 3.Kami merasa perlu sedikit merevisi visi dan misi yangselama ini telah lama di pajang di dinding sekolah.Tetapi penerapannya belum sepenuhnya di lakukan.Dengan langkah awal ini kami ingin mewujudkan visi dan misi yang telah kami buat dan kami sepakati bersama.

           Pertama Saya akan mempraktekkan apa yang saya dapatkan di program pendidikan guru penggerak ini di kelas . saya ingin anak anak merasakan kemerdekaan dan kegembiraan saat mereka belajar di sekolah .GEMAS (Gembira,Empati,Mandiri,Akhlak mulia,Sportif dan kreatif) adalah kata yang cocok untuk Visi Tk Alhidayah 7.

          Menerapkan budaya positif di sekolah bukan suatu hal yang mustahil di lakukan .Dengan pembelajaran yang berdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan  belajar murid.Saya akan berkolaborasi dengan teman sejawat karena tidak mungkin saya  berhasil  tanpa bantuan dan kerjasama team yang baik dan solid dari stakeholder yang ada.Yang kedua saya juga akan membagi ilmu yang saya dapatkan ini kepada rekan sejawat saya  di sekolah dan juga rekan rekan guru yang lain melalui sharing dalam kegiatan pertemuan gugus .Saya merasa bersyukur karena mendapat dukungan dari kepala sekolah.

           Langkah awal yang akan saya lakukan sebagai pemimpin pembelajaran adalah menyelesaikan masalah apapun di kelas saya dengan cara cara yang sesuai dengan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran,menggunakan 4 paradigma dilema etika yaitu:

·         Individu lawan masyarakat (individual vs community)

·         Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

·         Kebenaran lawan kesetiaan ( truth vs loyality)

·         Jangka pendek vs jangksa panjang (short  term vs long term )

Dengan memperhatikan 4 paradigma ini saya ingin memdapatkan keputusan terbaik bagi semua

pihak tanpa merugikan siapapun.Ketika menghadapi dilema etika akan ada nilai nilai kebajikan  yang mendasari dan bertentangan, bisa dalam wujud cinta dan kasih  sayang,kebenaran,keadilan,kebebasan,persatuan,toleransi ,tanggungjawab dan penghargaan akan hidup .Di samping itu saya juga akan menggunakan  3 prinsip pengambilan keputusan yang ada yaitu:

·         Berpikir berbasis hasil akhir (End -based thinking)

·         Berpikir berbasis peraturan (rule -based thinking)

·         Berpikir berbasis rasa peduli (care- based thinking)

 

       Kita harus melihat pada apa yang terjadi pada kasus dilemma etika yang terjadi.Apakah kasus tersebut berhubungan dengan salah satu dari 3 prinsip  atau bahkan berhubungan dengan ketiga prinsip sekaligus.Dalam hal ini sebagai pemimpin pembelajaran saya harus mengidentifikasi setiap kondisi dengan cermat dan teliti agar dapat menentukan berbagai kasus yang saya hadapi berdasarkan 4 paradigma 3 prinsip dan melalui 9 pengujian pengambilan keputusan yang benar.

 9 pengujian pengambilan keputusan yang saya gunakan adalah :

·         Mengenali nilai nilai yang saling bertentangan

·         Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

·         Mengumpulkan fakta fakta yang relevan

·         Pengujian benar artau salah menggunakan beberapa langkah yaitu uji legal,uji regulasi,uji intuisi,uji publikasi dan juga uji panutan

·         Pengujian paradikma benar lawan benar

·         Melakukan prinsip resolusi

·         Investigasi opsi trilemma

·         Buat keputusan

·         Lihat lagi keputusan dan refleksikan

 

         Dengan menggunakan panduan ini maka saya yakin dapat meminimalisir kesalahan suatu pengambilan keputusan yang justru akan merugikan orang lain. Saya akan menggunakan pengambilan keputusan yang jujur dan adil dalam  menghadapi dilema etika  baik yang terjadi dengan murid,rekan sejawat maupun orang lain.saya akan mengemplentasikan  segera setelah anak anak masuk sekolah setelah libur lebaran nanti agar saya segera dapat mengambil langkah kecil sebagai pemimpin pembelajaran .Saya juga akan mengimbaskan kepada rekan sejawat dalam pertemuan PKG pada tahun ajaran baru nanti.

           Dalam hal pengambilan keputusan ini tentu saya tidak bisa melakukanya sendiri.Saya membutuhkan patner/pendamping.Dalam hal ini saya membutuhkan rekan sejawat baik itu dari teman guru maupun kepala sekolah yang akan membantu saya dan menjadi teman diskusi dalam sebuah diskusi untuk menyelesaikan masalah maupun situasi dan kondisi dilema etika yang terjadi di lingkungan sekolah tempat saya mengajar,baik dilema etika yang terjadi pada murid ,,guru maupun karyawan.

           Kolaborasi dengan rekan sejawat dalam pengambilan suatu keputusan sangat penting karena dengan rekan sejawat  mungkin kita akan menemukan banyak opsi trilema dari banyak pertimbangan yang dapat kita gunakan sebagai suatu keputusan yang jujur ,adil dan bermanfaat bagi semua orang yang terlibat dalam situasi dilema etika  yang terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini